6 Februari 2015

Data dan Statistika

1)      Pengertian Data

·        KBBI: keterangan yg benar dan nyata

·         Wikipedia: Data adalah catatan atas kumpulan fakta. Data merupakan bentuk jamak dari datum, berasal dari bahasa Latin yang berarti "sesuatu yang diberikan". Dalam penggunaan sehari-hari data berarti suatu pernyataan yang diterima secara apa adanya. Pernyataan ini adalah hasil pengukuran atau pengamatan suatu variabel yang bentuknya dapat berupa angka, kata-kata, atau citra.

2)      Karakterisitik Data yang baik:

a)      Tujuan dan masalah data harus digambarkan secara jelas sehingga tidak menimbulkankeraguan kepada pembaca.

b)      Teknik dan prosedur dalam data itu harus dijalaskan secara rinci.

c)      Obyektifitas data harus tetap dijaga dengan menunjukkan bukti-bukti mengenai sample yang diambil.

d)      Kekurangan-kekurangan selama pelaksanaan data harus diinformasikan secara jujur danmenjelaskan dampak dari kekurangan tersebut.

e)      Validitas dan kehandalan data harus diperiksa dengan cermat.

f)       Kesimpulan yang diambil harus didasarkan pada hal-hal yang terkait dengan data-data yang telah didapatkan.

g)      Obyek atau fenomena yang diamati harus betul-betul sesuai dengan kemampuan, pengalaman, dan motivasi yang kuat dari si peneliti.

3)      Syarat Data yang baik:

a)      Objektif: Data yang objektif artinya data harus sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Misalnya, harga Rupiah terhadap dollar saat ini yaitu Rp 10.000, nah jangan ditulis Rp 10.500. Hal ini tentu tidak akan menggambarkan kondisi yang sebenarnya.

b)      Representatif: Data yang diamati harus mampu mewakili objek yang akan kita amati. Contohnya, jika kita ingin melihat kondisi perekonomian suatu kota, maka data yang kita miliki tidak boleh hanya tertuju pada kelompok orang yang mampu saja. Kelompok data yang kita miliki juga harus mencakup kelompok  yang tidak mampu sehingga benar-benar mewakili kondisi yang sebenarnya.

c)      Memiliki Sampling Error yang kecil: Sampling error maksudnya adalah tingkat kesalahan dimana saat data dikumpulkan. Semakin kecil nilai sampling error maka akan semakin baik data yang digunakan. Sampling error terjadi pada data yang diambil dengan menggunakan teknik survey atau hanya mencacah sebagian.

d)      Up to date: Up to date atau data terbaru artinya data yang kita gunakan harus sesuai dengan waktu penelitian yang diinginkan. Misalnya, Kalau kita ingin melihat kondisi perekonomian tahun 2015, seharusnya digunakan data perekonomian tahun 2015 dimana data tersebut merupakan data yang dirilis terbaru

e)      Relevan: Data yang digunakan harus memiliki keterkaitan dengan objek yang akan kita teliti. Misalnya, jika kita ingin melihat kemajuan ekonomi, maka kit bisa menggunakan data PDB(Produk Domestik Bruto). Atau jika kita ingin melihat gambaran kemiskinan suatu daerah, maka data konsumsi bisa digunakan.

f)       Syarat nomor 1,2 dan 3 disebut juga sebagai syarat data yang reliable (dapat diandalkan) sedangkan syarat 4 dan 5 lebih menunjukkan manfaat atau kegunaan data tersebut. Data yang baik akan mampu menghasilka san keputusan yang baik. Disinilah pentingnya kualitas data agar kedepannya kebijakan yang di ambil tidak salah langkah.

4)      Kesalahan-kesalahan saat pengumpulan data:

a)      Menurut Gordon B. Davis, kesalahan dapat disebabkan oleh:
     i)        Metode pengumpulan data pengukuran data yang tidak tepat.
     ii)      Tidak dapat mengikuti prosedur pengolahan yang benar.
     iii)    Hilang atau tidak terolahnya data.
     iv)    Pemeriksaan atau pencatatan data yang salah.
     v)      Dokumen (indek) sejarah yang salah.
     vi)    Kesalahan dalam prosedur dan pengolahan.
     vii)  Kesalahan yang dilakukan dengan sengaja.

5)      Teknik-teknik penyajian data:

a)      Penyajian Data Verbal
Penyajian verbal merupakan penyajian hasil penelitian dengan menggunakan kata-kata atau kalimat berupa narasi. Dalam menyajikan data secara verbal harus diperhatikan, hal-hal  berikut.
i)        Bahasa yang tajam, tegas dan tidak menimbulkan penafsiran ganda. Setiap orang yang membaca hasil penelitian akan mempunyai pengertian, gambaran, persepsi yang sama.
ii)      Objektif, artinya kalimat yang dipakai tidak diwarnai oleh keinginan-keinginan subjektif peneliti, tetapi menerangkan apa adanya dari hasil penelitian yang ditunjang fakta dan informasi yang akurat. Pada penyajian data ini terbatas pada hal-hal yang bersifat faktual, tidak mencakup pendapat pribadi (interpretasi) peneliti.
iii)    Ringkas, kalimat-kalimat yang digunakan tidak berbelit-belit
iv)    Jelas, artinya mudah dimengerti oleh pembaca, menggunakan bahasa yang baik, sederhana dan sistematis

b)      Penyajian Data Matematis
Penyajian matematis merupakan penyajian hasil penelitian dengan menggunakan angka-angka dalam bentuk tabel dan menggunakan simbol-simbol matematis. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyajian data secara matematis adalah :
i)        Tidak perlu ada uraian panjang lebar mengenai  isi tabel.
ii)      Menghindari pemotongan tabel menjadi terpisah pada halaman yang berbeda.
iii)    Menuliskan nomor tabel dan judul tabel

c)      Penyajian Data Visual
Merupakan penyajian data hasil penelitian dengan menggunakan grafik, peta, dan gambar. Penyajian visual biasanya sebagai pelengkap dari penyajian verbal atau penyajian matematis, jadi merupakan kombinasi dalam penyajian data. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyajian data visual, di antaranya adalah:
i)        Penyajian visual hendaknya ditempatkan di bawah sajian verbal dan matematis.
ii)      Penulisan judul ditempatkan pada bagian bawah sajian visual.
iii)    Menggunakan bentuk-bentuk penyajian yang umum, misalnya diagram, grafik, dan bagan.
iv)    Penyajian yang berupa grafik hendaknya dengan menggunakan komputer.

d)      Klasifikasi Data
Menurut Dr. Taufiq Ramdani, M.Sos (dalam “Statistika Sosial”):

i)        Data Menurut Jenisnya (Kuantitatif-Kualitatif)
(1)   Data kuantitatif: adalah suatu data yang dinyatakan dengan menggunakan satuan angka.
(2)   Data kualitatif: adalah data yang tidak dinyatakan dalam satuan angka, melainkan yang dinyatakan dalam bentuk kategori sesuai dengan sifat dari data tersebut.

ii)      Data Menurut Waktu ( Silang dan Berkala )
(1)   Data silang: adalah data yang dikumpulkan pada waktu tertentu.
(2)   Data berkala: adalah data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu.

iii)    Data Menurut Cara Perolehan (Primer dan Sekunder)
(1)   Data primer: adalah data yang diperoleh langsung dari responden.
(2)    Data sekunder: adalah data yang diambil dari sumber primer yang telah diolah untuk tujuan-tujuan lain.

iv)      Data Menurut Sumbernya (Internal-Eksternal )
(1)   Data internal: adalah data yang dikumpulkan oleh suatu badan atau lembaga guna kepentingan badan atau lembaga itu pula.
(2)    Data eksternal: adalah data yang diperoleh dari luar badan yang memerlukannya.

6)      Daftar Pustaka:
a)      http://kbbi.web.id/data
c)      http://andiirmapaduwai.blogspot.com/2012/03/pengertian-data-perbedaan-statistik-dan_29.html
d)      http://www.scribd.com/doc/36770691/Karakteristik-Data-Yang-Baik#scribd
e)      http://www.ruswanto.com/p/teknik-penyajian-data.html

Cara mudah mengatasi error "idm has been registered with a fake serial number"

Cara mudah mengatasi error "idm has been registered with a fake serial number"

Cara mudah mengatasi error "idm has been registered with a fake serial number" | Mungkin diantara agan sekalian ada yang pernah mengalami error pada saat akan menjalankan sofware internet download manager, namun sekarang tidak perlu khawatir lagi, karena sudah ada cara ampuh untuk mengatasinya, mari kita simak tutorial mengatasi error "idm has been registered with a fake serial number" dibawah ini:
 


Meski idm telah di crack ataupun di patch, pop-up ini akan terus muncul. Setelah googling dan utak atik file IDM, akhirnya saya menemukan cara yang cukup ampuh untuk menghilangkan pop-up tersebut dan berlaku untuk semua versi IDM, sehingga tidak mengganggu pekerjaan anda. Berikut ini adalah ulasannya






1.) Pastikan anda memiliki IDM yang up-to-date , silahkan Buka IDM anda > Help > Check for updates.








      *Jika terdapat update'an terbaru, silahkan klik Update Now dan tunggu hingga proses               downloading dan installing selesai, jika tidak, lewati langkah ini.


2.)  Jika IDM sudah up-to-date, pastikan IDM anda sudah ter-crack, jika anda tidak punya             patchnya, bisa download terlebih dahulu.


       *Download Patch IDM – Cari sendiri di google banyak :v


3.)  Jika sudah tercrack, langsung saja masuk ke dirketori installan IDM anda, biasanya di            C:\Program Files\Internet Download Manager atau C:\Program Files (x86)\Internet                Download Manager


4.)  Langsung cari file bernama IDMGrHlp.exe



5.)  Rename file IDMGrHlp.exe tersebut menjadi IDMHlp_old.exe

6.)  Kemuduan cari lagi file bernama IDMBroker.exe




7.)  Rename file IDMBroker.exe menjadi IDMGrHlp.exe

8.)  Setelah anda me-rename kedua file tersebut, IDM anda tidak akan memunculkan lagi pop-up yang sangat mengganggu aktivitas anda.



NB : Cara ini tidak berlaku jika anda mengupdate IDM anda ke versi terbaru, maka dari itu saya sarankan terlebih dahulu anda IDM anda harus sudah up-to-date sebelum di edit. Anda harus mengulang langkah diatas jika terlanjur menginstal versi terbaru.

9 September 2014

Strategi Dakwah Rasulullah Periode Mekkah


STRATEGI DAKWAH RASULULLAH SAW PERIODE MEKAH

Ø  Tujuan Dakwah Rasulullah SAW periode Mekah:
1)      Agar masyarakat Arab meninggalkan kejahiliahannya dibidang agama, moral, dan hukum.
2)      Menyakini kebenaran kerasulan Nabi Muhammad SAW dan ajaran Islam yang disampaikannya.
3)      Mengamalkan seluruh ajaran Islam dalam kehidupan sehari – hari.

Ø  Strategi Dakwah Rasulullah SAW dalam berusaha mencapai tujuannya:

1.       Dakwah secara Sembunyi-sembunyi Selama 3-4 Tahun
Cara ini ditempuh oleh Rasulullah karena beliau yakin, bahwa masyarakat jahiliah, masih kuat mempertahankan kepercayaan dan tradisi leluhur mereka. Sehingga mereka bersedia berperang dan rela mati dalam mempertahankannya.
     Pada masa dakwah secara sembunyi-sembunyi ini, Rasulullah SAW menyeru untuk masuk Islam, orang-orang yang berada di lingkungan rumah tangganya sendiri dan kerabat serta sahabat dekatnya. Mengenai orang-orang yang telah memenuhi seruan dakwah Rasulullah SAW tersebut adalah:
1.      Khadijah binti Khuwailid (istri Rasulullah SAW, wafat tahun ke-10 dari kenabian),
2.      Abu Tholib (Paman Rasulullah),
3.      Ali bin Abu Thalib (saudara sepupu Rasulullah SAW yang tinggal serumah dengannya),
4.      Abu Bakar Ash-Shiddiq (sahabat dekat Rasulullah SAW),
Keempat orang ini disebut Assabiqunal Awwalun (pemeluk Islam generasi awal). Kemudian Zaid bin Haritsah (anak angkat Rasulullah SAW), dan Ummu Aiman (pengasuh Rasulullah SAW pada waktu kecil).
Abu Bakar Ash-Shiddiq juga berdakwah ajaran Islam sehingga ternyata beberapa orang kawan dekatnya menyatakan diri masuk Islam, mereka adalah:
۞    Abdul Amar dari Bani Zuhrah
۞    Abu Ubaidah bin Jarrah dari Bani Haris
۞    Utsman bin Affan
۞    Zubair bin Awam
۞    Sa’ad bin Abu Waqqas
۞    Thalhah bin Ubaidillah.

2.       Dakwah secara terang-terangan
    Dakwah secara terang – terangan dimulai sejak tahun ke-4 dari kenabian, yakni setelah turunnya wahyu yang berisi perintah Allah SWT agar dakwah itu dilaksanakan secara terang – terangan. Wahyu tersebut berupa ayat
Al – Qur’an Surah 26: 214-216

Tahap – Tahap Dakwah Rasulullah SAW secara terang – terangan,antara lain:
a.       Mengundang kaum kerabat keturunan Bani Hasyim, untuk menghadiri jamuan makan dan mengajak mereka agar masuk Islam. Tetapi karena cahaya hidayah Allah SWT waktu itu belum menyinari hati mereka, mereka belum menerima Islam sebagai agama mereka. Namun ada 3 orang kerabat dari kalangan Bani Hasyim yang sebenarnya sudah masuk Islam, tetapi merahasiakan keIslamannya, pada waktu itu dengan tegas menyatakan keIslamannya. Mereka adalah Ali bin Abu Thalib, Ja’far bin Abu Thalib, dan Zaid bin Haritsah.

b.      Rasulullah SAW mengumpulkan para penduduk kota Mekah, terutama yang berada dan bertempat tinggal disekitar Ka’bah untuk berkumpul di Bukit Shafa, yang letaknya tidak jauh dari Ka’bah.
Rasulullah SAW memberi peringatan  kepada semua yang hadir agar segera meninggalkan penyembahan terhadap berhala – berhala dan hanya menyembah atau menghambakan diri kepada Allah SWT, Tuhan yang Maha Esa, Pencipta dan Pemelihara alam semesta. Rasulullah SAW juga menegaskan, jika peringatan yang disampaikannya itu dilaksanakan tentu akan meraih ridha Ilahi, bahagia di dunia dan di akhirat. Tetapi apabila peringatan itu diabaikan tentu akan mendapat murka Allah SWT, sengsara di dunia dan di akhirat.
Menanggapi dakwah Rasulullah SAW tersebut diantara yang hadir ada kelompok yang menolak disertai reiakan dan ejekan, ada kelompok yang diam saja lalu pulang. Bahkan Abu Lahab, bukan hanya mengejek, tetapi berteriak – teriak bahwa Muhammad orang gila, seraya ia berkata: “Celakalah engka Muhammad, untuk inikah engkau mengumpulkan kami?” Sebagai balasan terhadap kutukan Abu Lahab itu Turunlah ayat Al-Qur’an yang berisi kutukan Allah SWT terhadap Abu  Lahab , yakni surah Al-Lahab, 111: 1-5
Pada periode dakwah secara terang – terangan ini juga telah menyatakan diri masuk Islam dua orang kuar dari kalangan kaum kafir Quraisy, yaitu:
1.      Hamzah bin Abdul Muthalib (Paman Nabi Muhammad SAW) masuk Islam pada tahun ke-6 dari kenabian
2.      Ummar bin Khattab (581-644 M), tidak lama setelah sebagian kaum muslimin berhijrah ke Habasyah atau Ethiopia pada tahun 615 M.


c.       Rasulullah SAW menyampaikan seruan dakwahnya kepada para penduduk di luar kota Mekah.

Sejarah mencatat bahwa penduduk di luar kota Mekah yang masuk Islam antara lain:
a)      Abu Zar Al-Giffari, seorang tokoh dari kaum Ghiffari, yang bertempat tinggal disebelah barat laut Mekah atau tidak jauh dari laut Merah, menyakatan diri dihadapan Rasulullah SAW masuk Islam. KeIslamannya itu kemudian diikuti oleh kaumnya.
b)      Tufail bin Amr Ad-Dausi, seorang penyair terpandang dari kaum Daus, yang bertempat tinggal diwilayah barat kota Mekah, menyatakan diri masuk Islam dihadapan Rasulullah SAW. KeIslamannya itu diikuti oleh bapak, istri, keluarganya, serta kaumnya.
c)       Dakwah Rasulullah SAW terhadap penduduk Yastrib (Madinah). Gelombang pertama tahun 620 M, telah masuk Islam dari suku Aus dan Khazraj sebanyak 6 orang. Gelombang kedua tahun 621 M, sebanyak 13 orang, dan pada gelombang ketiga tahun berikutnya lebih banyak lagi.
Pertemuan umat Islam Yatsrib dengan Rasulullah SAW pada gelombang ketiga ini, terjadi pada tahun ke-13 dari kenabian dan menghasilkan Bai’atul Aqabah. Isi Bai’atul Aqabah tersebut merupakan pernyataan umat Islam Yatsrib bahwa mereka akan melindungi dan membela Rasulullah SAW. Walaupun untuk itu mereka harus mengorbankan tenaga, harta, bahkan jiwa. Selain itu, mereka memohon kepada Rasulullah SAW dan para pengikutnya berhijrah ke Yatsrib.
                     
Setelah terjadinya peristiwa Bai’atul Aqabah itu, kemudian Rasulullah SAW menyuruh para sahabatnya yakni orang – orang Islam yang bertempat tinggal di Mekah, Untuk segera berhijrah ke Yatsrib.
Para sahabat Nabi Muhammad SAW melaksanakan suruhan Rasulullah tersebut. Mereka berhijrah ke Yatsrib secara diam – diam dan sedikit demi sedikit, sehingga dalam waktu dua bulan sebanyak 150 orang umat Islam penduduk Mekah telah berhijrah ke Yatsrib.


Sedangkan Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a, dan Ali bin Abu Thalib masih tetap tinggal di Mekah, menunggu perintah dari Allah SWT untuk berhijrah. Setelah datang perintah dari Allah SWT, kemudian Rasulullah berhijrah bersama Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a, meninggalkan kota Mekah tempat kelahirannya menuju Yatsrib. Peristiwa hijrah Rasulullah SAW ini terjadi pada bulan Rabiul Awal tahun pertama hijrah (622 M). Sedangkan Ali bin Abu Thalib, tidak ikut berhijrah bersama Rasulullah SAW, karena beliau disuruh Rasulullah SAW untuk mengembalikan barang – barang orang lain yang dititipkan kepadanya. Setelah perintah Rasulullah SAW itu dilaksanakan, kemudia Ali bin Abu Thalib menyusul Rasulullah SAW berhijrah ke Yatsrib.

Bagian terpenting yang menjadi fokus dakwah Rasulullah saw. Periode Mekah dapat dilihat antara lain sebagai berikut :
a)   Memperbaiki akhlak masyarakat Mekah yang mengalami dekadensi moral, seperti tumbuh suburnya kebiasaan berjudi, minum Khamer, dan berzina.
b)      Memperbaiki dan meluruskan cara menyembah Tuhan. Agama berhala menyembah patung-patung. Rasulullah saw. Mengajak untuk beralih pada Islam yang hanya menyembah kepada Allah, Tuhan yang Maha Esa serta menjauhi sikap musyrik.
c)       Menegakkan ajaran Islam tentang persamaan hak dan derajat di antara manusia.
d)      Mengubah kebiasaan bertaklid kepada nenek moyang dan meluruskan segala adat- istiadat, kepercayaan dan upacara-upacara keagamaan.
e)      Nabi Muhammad saw. berdakwah dengan sabar, ikhlas, dan tegas di antaranya dengan tidak memaksakan kehendak dan lemah lembut.

3.       Reaksi Kaum Kafir Quraisy terhadap Dakwah Rasulullah SAW
     Prof. Dr. A. Shalaby dalam bukunya Sejarah Kebudayaan Islam, telah menjelaskan sebab-sebab kaum Quraisy menentang dakwah Rasulullah SAW, yakni:
Kaum kafir Quraisy, terutama para bangsawannya sangat keberatan dengan ajaran persamaan hak dan kedudukan antara semua orang. Mereka mempertahankan tradisi hidup berkasta-kasta dalam masyarakat. Mereka juga ingin mempertahankan perbudakan, sedangkan ajaran Rasulullah SAW (Islam) melarangnya.
Kaum kafir Quraisy menolak dengan keras ajaran Islam yang adanya kehidupan sesudah mati yakni hidup di alam kubur dan alam akhirat, karena mereka merasa ngeri dengan siksa kubur dan azab neraka.
Kaum kafir Quraisy menolak ajaran Islam karena mereka merasa berat meninggalkan agama dan tradisi hidupa bermasyarakat warisan leluhur mereka.
Dan, kaum kafir Quraisy menentang keras dan berusaha menghentikan dakwah Rasulullah SAW karena Islam melarang menyembah berhala.
Usaha-usaha kaum kafir Quraisy untuk menolak dan menghentikan dakwah Rasulullah SAW bermacam-macam antara lain:
۞    Para budak yang telah masuk Islam, seperti: Bilal, Amr bin Fuhairah, Ummu Ubais an-Nahdiyah, dan anaknya al-Muammil dan Az-Zanirah, disiksa oleh para pemiliknya (kaum kafir Quraisy) di luar batas perikemanusiaan.
۞    Kaum kafir Quraisy mengusulkan pada Nabi Muhammad SAW agar permusuhan di antara mereka dihentikan. Caranya suatu saat kaum kafir Quraisy menganut Islam dan melaksanakan ajarannya. Di saat lain umat Islam menganut agama kamu kafir Quraisy dan melakukan penyembahan terhadap berhala.

Dalam menghadapi tantangan dari kaum kafir Quraisy, salah satunya Nabi Muhammad SAW menyuruh 16 orang sahabatnya, termasuk ke dalamnya Utsman bin Affan dan 4 orang wanita untuk berhijrah ke Habasyah (Ethiopia), karena Raja Negus di negeri itu memberikan jaminan keamanan. Peristiwa hijrah yang pertama ke Habasyah terjadi pada tahun 615 M.
Suatu saat keenam belas orang tersebut kembali ke Mekah, karena menduga keadaan di Mekah sudah normal dengan masuk Islamnya salah satu kaum kafir Quraisy, yaitu Umar bin Khattab. Namun, dugaan mereka meleset, karena ternyata Abu Jahal labih kejam lagi.
Akhirnya, Rasulullah SAW menyuruh sahabatnya kembali ke Habasyah yang kedua kalinya. Saat itu, dipimpin oleh Ja’far bin Abu Thalib.
Pada tahun ke-10 dari kenabian (619 M) Abu Thalib, paman Rasulullah SAW dan pelindungnya wafat. Empat hari setelah itu istri Nabi Muhammad SAW juga telah wafat. Dalam sejarah Islam tahun wafatnya Abu Thalib dan Khadijah disebut ‘amul huzni (tahun duka cita).

Diberdayakan oleh Blogger.

Follow us on FaceBook

">

 

© 2013 Blog Auditore. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top